celoteh sang fakir
selamat
pagi bapak dan ibu yang terhormat
yang
duduk di atas kursi yang empuk dan keramat
terimalah
salam saya yang hanya seorang fakir yang teramat sangat
bukan
seorang wakil rakyat yang sangat terhormat
bapak..ibu..tolonglah
dengarkan celoteh saya kali ini saja
cerita
saya tidak akan membawa pulang harta anda
pak..bu..sebelum
saya bercerita saya ingin bertanya
apa yang
tuan dan nyonya terhormat kerjakan di gedung yang megah nan mewah di sana?
jika
saya, saya bekerja di bawah terik matahari dengan memikul perut yang kelaparan
tanpa ada
waktu untuk tidur dan bermalas-malasan
jika anda
yang terhormat sepertinya hanya memikul jas dan jabatan
dengan tertidur di atas meja terbuai oleh sejuknya ruangan
pak, bu
apakah anda yang terhormat pernah "liburan" ke tengah sawah?
jika
saya, saya selalu "berlibur" ke tengah sawah
melepas
penat melepas lelah
jika anda
yang terhormat sepertinya mendengar namanya saja sudah ogah
saya
dengar anda yang terhormat hanya melepas lelah di negara tetangga yang mewah
sungguh
nyaman sekali tuan dan nyonya ini
tuan dan
nyonya yang terhormat..
ingatkah
hasil dari apakah tuan dan nyonya ini diangkat menjadi wakil rakyat?
ingatkah
tuan dan nyonya ini mengemis meminta suara kami untuk dapat menjadi wakil rakyat?
mungkin
saat ini tuan dan nyonya lebih senang akan kata legislatif dibanding wakil rakyat ya?
mungkin
wakil rakyat mempunyai kesan tanggung jawab yang terlalu besar ya sehingga tuan dan nyonya alergi
mendengarnya
atau
bahkan sudah bosan dan mual mendengar curhatan kami sebagai rakyat?
tuan dan nyonya yang terhormat..
bukankah
sekarang tuan dan nyonya sudah bak bangsawan dengan harta yang melimpah ruah?
tapi
mengapa sampai saat ini tuan dan nyonya masih mengemis pada kami?
sebenarnya
yang fakir itu tuan dan nyonya ataukah saya?
jika yang
fakir itu saya mengapa tuan dan nyonya memakai uang saya untuk dapat tetap hidup mewah?
bukankah
itu lebih menunjukkan bahwa tuan dan nyonya yang terhormat lebih miskin daripada saya?
tuan dan
nyonya,saya tidak ingin menagih uang itu karena saya bukan seorang debt collector
saya
hanya ingin menagih janji tuan dan nyonya yang terhormat karena saya seorang rakyat

Komentar
Posting Komentar